Black Moustache Wul's☺: Juni 2012

Kamis, 28 Juni 2012

Inikah Rasanya Jarak?

Jarak sejauh ini tak mampu membuat kita berbuat dan bergerak lebih banyak. Seakan-akan aku dan kamu tak punya ruang untuk saling  bersentuhan juga saling menatap. Rasanya menyakitkan jika keterbatasanku dan keterbatasanmu menjadi penyebab kita tak banyak tahu dan tak banyak bertemu. Setiap hari, kita menahan rindu yang semakin menggebu dan tak mereda. Inikah cara cinta menyiksa? Melalui jarak ratusan kilometer?
Aku menghela napas, membayangkan jika kamu bisa terus berada di sampingku dan merasakan yang juga kurasakan. Maka mungkin tak akan ada air mata ketika hanya tulisan dan suara yang bisa menguatkan kita. Maka tentu saja tak akan ada ucapan rindu berkali-kali yang terlontar dari bibir kita, ketika perasaan itu semakin membabibuta.
Apakah yang kita pertahankan selama ini? Apakah yang kita andalkan sejauh ini? Sekuat apakah perasaan cinta kita? Menahan dan mempertahankan, dan kadangkala memicu pertengkaran. Tapi... itulah manisnya jarak, ia membuat kita saling menyadari, tak ada cinta tanpa luka, tak ada cinta tanpa rindu.
Sayang, apalah arti ratusan kilometer jika kita masih mengeja nama yang sama? Apakah arti jauhnya jarak jika aku dan kamu masih sangat mungkin mempertahankan semuanya? Kita jarang saling bergenggaman tangan, jarang sekali berpelukan, dan sangat jarang saling berpandangan. Namun, percayalah sayang, tak saling bersentuhan bukan berarti cinta kita punya banyak kekurangan.
Apa yang kucari dan apa yang kamu cari? Tak ada, kita masih meraba-raba apa itu cinta dan bagaimana kekuatan itu bisa membuat kita bertahan. Rasa cemburu, rasa ragu, dan rasa rindu sebenarnya adalah pemanis. Tidak ada hal yang sangat berat, jika kita melalui berdua melewatinya bersama.
Selama bulan yang kita lihat masih sama, selama sinar matahari yang menyengat kulit kita masih sama hangatnya, maka pertemuanku dan kamu masih akan tetap terjadi.
Jarak hanyalah sekadar angka, jika kita masih memperjuangkan cinta yang sama.
with love :)
Dwitasari

Jumat, 15 Juni 2012

BACOT !

            Sudah terlalu sering saya menerima perlakuan sampah seperti semalam. Entah apa yang ada dibenaknya, hingga perlakuannya terhadap saya adalah menjadi hobi yang menyakitkan untuk saya. Saya yang setiap hari harus SUPER SABAR dan benar-benar ngertiin dia seperti serasa tidak pernah dihargai. Cukup sakit bukan? 

           Empat hari sudah berjalan, tapi kita masih saja belum baikan seperti semula, saya akui dia memang sedang berusaha menghibur saya untuk melupakan kejadian kemarin, Tapi entah mengapa seperti berat sekali saya untuk melupakannya begitu saja, terlalu sakit! Toh belum ada kata MAAF sekalipun yang keluar dari mulut manisnya. Malahan sebelum itu saya juga yang harus berminta maaf (dengan terpaksa) dan akhirnya saya mengalah. Terus saja begitu dari dulu.

           Sampai dia menyadari kalau saya masih dalam keadaan BADMOOD, diapun kembali marah. Karna usaha dia yang membuat saya untuk tidak badmood lagi itu sia-sia. Ya terang saja, dia sama sekali belum berkata maaf! Padahal dia tau, saya tidak akan memperpanjang masalah jika kata maaf sudah saya dengar dengan baik. Tapi apa? bukan kata maaf yang keluar dari mulut manisnya, tetapi justru kata-kata yang menurut saya agak sedikit KASAR. "Heh denger!, BACOT!" haha :"D Cukup kaget, tercengang dan nyessss! Sakit sekali, rasanya pada saat itu juga saya tidak bisa menahan amarah dan air mata yang akhirnya jatuh juga. Yang sedari tdi saya tahan-tahan dengan sangat menyakitkan, yah akhirnya percuma. Dia membuat saya semakin paraaaaah. Disini saya langsung berfikir, seperti apa sih saya dimata dia? seberharga apa sih saya untuk dia? sesayang apa sih dia terhadap saya? Entahlah, siapa yang bisa menjawab semua pertanyaan dipikiran saya itu.

Dan sekarang yang saya rasain adalah.......
Entahlah......saya muak!


Kamis, 14 Juni 2012

SI “KESEPIAN” DIBALIK FACEBOOK DAN TWITTER

Internet bukan hal yang asing lagi bagi kita. Browsing, chatting, facebookan, twitteran juga bukan hal yang asing bagi kita. Berawal dari friendster, facebook dan menjamah twitter, dunia maya terasa begitu menyenangkan. Dunia maya, tempat yang beberapa dari kita sering kita kunjungi. Yaaah .. Hanya sekedar sebagai tempat mencari hiburan, tempat mengisi waktu luang serta pelarian saat kita merasa dunia nyata agak sedikit membosankan. Relasi sosial tidak lagi dibangun di dunia nyata, tapi seiring dituntut trend, maka relasi sosial dibangun di dunia maya. Semua dikendalikan dari jentikan tangan di keyboard laptop dan keypad handphone.

Tapi pernahkan kita sadari, entah individu di belahan dunia manapun, bahwa eksis berlebihan dan riuhnya dunia maya lahir dari kehidupan seseorang yang sepi dan membutuhkan perhatian walau perhatian itu bersifat digital dan maya.

With love :)
Dwitasari

Rabu, 06 Juni 2012

Lyrics Christina Perri - A Thousand Years ♥

Heartbeats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I’m afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow
One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I love you for a thousand more

Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What’s standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this
One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I love you for a thousand more

One step closer
One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I love you for a thousand more



                                               This song is for you ... "the only one in my heart now"

Dear myblog.....

         Dear myblog.... gw bingung mau mulai dari mana. niat gw mau ngeluarin semua uneg2 yg gw pendem selama ini. uneg2 tentang perasaan gw, tentang 'kita', tentang hubungan ini, semua tentang dia pokoknya.
hhhmm.. kalo diliat2 dari postingan blog yg sebelum ini hubungan gw sm dia bener2 memprihatinkan, jujur. gimana enggak, bayangin aja hampir tiap hari berantem! ada aja masalahnya, gw bingung. entah yg kecil, yg besar, bahkan yg kecil sampe dibesar2in pun ada. Berantem-baikan-berantem lagi-baikan lagi-dan seterusnya begitu. parah gak tuh -_-

         Gw sayang sm dia, sayang banget :'( tapi kenapa orang yg gw sayang justru ga pernah bawain kebahagiaan, kenyamanan buat gw . ya gw nulis ini karna kebetulan kita lg ada masalah, lebih tepatnya lg berantem. padahal baru tadi malem baikan skrg udah berantem lagi. Astaghfirullah :(
masalahnya apaaaaa? dia ngajakin ketemu, oke kita ketemu. lantas? tiba2 dia bilang "jemput di naga ya" -_-
what? seenak jidatnya dia bilang gitu ya Allah :( gatau-taunya ya gw tiap nemuin dia sendirian itu selalu waswas dijalan. dari dulu selama kita pacaran gw akuin, gw selalu ngerasa ga dihargain, ga dipeduliin, ga diperhatiin, yaa pokoknya itulah yg bikin gw selalu harus kuat dan sabar ngadepin dia. tapi nyatanya Allah emang menguatkan hati. buktinya sampe sekarang ini, detik ini, gw masih bertahan sm dia walaupun gw sering merasa disakitin sm dia. gw bertahan karna gw sayang, karna gw cinta. tanpa semua itu ga mungkin gw sm dia masih bersama sampe sekarang ini.

         Tapi... semenjak kejadian yg kemarin berantem hebat dan diambang putus, kita bisa bertahan dan sekarang malah berusaha memperbaiki semua kesalahan diantara kita. Itu semua kita selesaikan dengan jalan bertemu, face to face. Alhamdulillah banget :') gw bisa lihat dia ketawa lagi karna gw. Allah dengar doa gw selama ini. Dia selalu ada dalam doa gw. Gw berharap Allah ga akan pernah berhenti ngizinin gw untuk tetep lihat senyum dan tawa manisnya disetiap dia ada disamping gw. Sampe kapanpun......!
        Dan, gimanapun dia, apapun dia, itu ga akan nuntut gw untuk berhenti sayang dia. Mungkin lebay, tapi ini jujur . Semoga elo yg disana, yg sekarang masih betah berdiam dihati gw, suatu saat bisa baca blog gw yg ini :')


Jadi...yang bisa gw petik dari kisah gw sama dia itu "dari setiap pertengkaran atau masalah seberat apapun, sebesar apapun, hanya satu yang bisa menyelesaikannya yaitu sebuah PERTEMUAN"


                                                 dan gw ga sadar ternyata gw nulis ini sambil netesin air mata...

Sabtu, 02 Juni 2012

2 Bulan Terakhir :'(



Ini tentang perasaan saya kepada seseorang. Dia (mungkin) mengira saya adalah "robot" yang tidak memiliki perasaan dan tidak dapat merasakan sakit, sehingga dia bisa mengabaikan saya sesering yang dia suka. Saya selalu memberi perhatian terbaik yang bisa saya berikan, sesering mungkin saya mengingatkan dia agar tidak telat makan, dan sesabar mungkin saya mendengar semua cerita dan permasalahannya. Sayangnya, usaha terbaik saya lebih sering mendapat pengabaian, kadang dia merespon tapi respon itu tidak dia berikan dengan sungguh-sungguh. Respon itu malah terlihat seperti penghiburaan untuk seorang "robot" yang telah kelelahan dan kebingungan.

2 bulan terakhir ini, saya tidak mengerti, apakah semua yang saya lakukan untuk dia adalah hal yang sia-sia atau tidak? Saya tidak mengerti, apakah benih baik yang saya tabur telah siap menuai kebaikan yang saya harapkan atau tidak menghasilkan sama sekali.

Apakah yang saya lakukan selama ini adalah rencana pembahagiaan atau sesuatu yang berpeluang membuat saya kesakitan? Dia berkata sayang dan kangen, tapi kenyataannya dia selalu menggantungkan perasaan saya hingga saya merasa lelah. Dia berkata sayang dan kangen, tapi kenyataannya dia tidak pernah membuktikan sayang dan kangen itu melalui tindakannya yang cenderung sangat amat cuek. Dia berkata maaf, tapi kenyataannya dia mengulang kesalahan yang sama, lagi dan lagi. Bahkan, saat saya menunjukan sikap lelah untuk berharap, dia belum tentu peduli dan memikirkan perasaan saya. Komunikasi yang tercipta satu arah, selalu inisiatif dari saya. Dia tak kunjung memberi kejelasan. Saya benci diabaikan.

Kalau benci diabaikan, lalu kenapa saya tetap bertahan saat saya perhatian tapi dia tidak? Kenapa saya bertahan saat saya merasa kangen tapi dia tidak? Kenapa saya bertahan dianggap “robot”? Kenapa saya bertahan diabaikan? Bahkan semua wanita normal pun tidak ingin mengalami hal seperti ini, tapi kenapa saya bertahan?

Saya memang tidak menuntut status, karena menurut saya perasaan yang kuat tidak dilambangkan dari status. Saya memang tidak pernah menuntut perhatian lebih, karena menurut saya, dia adalah orang yang memiliki segudang kesibukan yang (mungkin) tidak punya waktu untuk memikirkan orang lain. Saya tidak pernah menuntut dia untuk memanggil saya dengan sebutan "sayang", "beb", "dear", or many more, karena menurut saya, panggilan belum tentu melambangkan perasaan seseorang.

Kamu memang pernah membajak otak saya. Disetiap selnya berisi KAMU. Saya sering menulis tentang kamu, memikirkan kamu dan merindukan kamu. Tapi, saya pun juga harus memikirkan, apakah saya merasa bahagia saat menyayangi dan memberi perhatian kepada kamu dengan tulus? Saya percaya, cinta itu harusnya mengobati bukan melukai. Saya lelah, kebingungan. Kamu tidak kunjung memberikan tanda. Saya bukan "robot", saya tahu rasa sakit itu seperti apa, saya juga tahu rasanya diabaikan itu seperti apa.

2 bulan terakhir, kamu yang terbaik. 2 bulan terakhir, cuma kamu yang dapat menyakiti saya dan cuma kamu yang bisa jadi obatnya. 2 bulan, terakhir ...

With tears :’(