Black Moustache Wul's☺

Selasa, 29 Mei 2012

Aku Belum Siap Menjadi Semestamu



Aku tak tahu mengapa berkali-kali pertengkaran di antara kita selalu terjadi. Aku tak mengerti apa salahku dan salahmu yang selalu menghasilkan adu argumen tanpa mengerti situasi. Inikah kita yang awalnya selalu merasa memiliki kesamaan? Benarkah  semua sifat egois yang selalu meledak setiap kali kita mempertahankah pendapat?

Ada batu yang sangat keras di kepalamu dan di kepalaku. Ada aliran sungai yang begitu deras pada tutur kataku dan tutur katamu. Mengapa kita tak pernah lelah untuk mencari masalah? Mengapa aku dan kamu selalu senang menyelami jurang perbedaan?

Kita selalu merasa paling dewasa. Kita selalu merasa paling tahu apa yang ada di dunia. Keegoisan yang membuncah liar itu... amarah yang tak terkendali itu... seperti ada iblis yang memporak-porandakan isi otak kita. Sehingga tak ada kata yang tersaring dalam omongan kita. Ah... mengapa kita masih saja saling menyakiti jika kita memang saling mencintai?

Benarkah aku dan kamu telah dewasa? Jika kita masih butuh air mata untuk mencerna semua yang sulit kita mengerti. Benarkah aku dan kamu sangat siap menyatu menjadi kita? Meredam segala ego dan kemunafikan yang ada.

Sebenarnya apa yang ada di labirin otakmu dan labirin otakku? Adakah kita memikirkan kelanjutan yang sedang kita jalani ini?

Mungkin... benar kalau kita masih berjiwa bocah. Kita masih mencoba untuk dewasa. Kita masih mencoba untuk berubah. Peralihan yang paling sulit adalah saat anak ingusan menciumi titik kedewasaan. Jiwamu dan jiwaku masih terlalu lemah untuk mengerti segala hal yang disediakan dunia. Mataku dan matamu masih terlalu lelah untuk menatap segala kemungkinan yang ada.

Awalnya, kita selalu berbicara tentang kesamaan dalam diri kita. Tapi, saat pertengkaran tercipta, kita malah mengungkit perbedaan yang turut menjadi penumpang gelap dalam pelayaran kita. Inikah cara orang dewasa menyelesaikan perkara yang ada? Yakinkah kamu bahwa kita telah dewasa?

Aku benci ketika kita selalu saling menyalahkan... mencari kambing hitam dari setiap permasalahan. Aku benci ketika emosi dalam diriku dan dirimu menjadi begitu dominan saat kita tak mampu berbicara dengan kepala dingin. Aku benci! Sangat amat benci ketika kita berlaku seperti anak TK yang berebut naik perosotan di taman bermain.  Bukankah kau selalu bilang kita telah dewasa? Bukankah kita selalu berusaha bertingkah dewasa ketika bahkan kita tak mampu selalu berpura-pura menjadi dewasa.

Bukan salahku juga bukan salahmu. Ini persoalan kita! Kita yang belum siap mengerti dan menekuni arti cinta yang sesungguhnya. Ini persoalan kesiapan! Kesiapan untuk menghadapi apapun yang mengganggu langkah dan perpindahan kita. Mungkin... kita masih terlalu dini untuk mengerti apa yang terjadi. Kita masih terlalu kecil untuk mengetahui rencana besar yang Tuhan selipkan dalam pertemuan kita.

Mungkin, ini bisa jadi salahku, yang selalu tak mengerti jalan pikiranmu, yang tak terlalu memahami ucapan bibirmu. Mungkin juga ini salahmu, yang selalu memikirkan segala hal dengan logika, yang selalu mencerna banyak hal hanya dengan persepsimu. Dan... kemungkinan berikutnya... ini salah kita. Kita yang tak mampu menahan amarah. Kita yang masih belum mengerti arti bersabar yang sesungguhnya.

Ini bukan yang pertama. Ini terjadi entah-sudah-berapa-kali. Tapi, aku dan kamu selalu memutuskan untuk kembali. Aku dan kamu selalu memutuskan untuk kembali menjadi kita.

Ini seperti siklus pertemuan dan perpisahan yang sulit ditebak waktu dan kronologinya. Perpisahan yang terucap hanyalah pertemuan yang tertunda. Layaknya perpisahan, pertemuan yang tercipta hanyalah perpisahan yang bisa terjadi kapanpun.

Jika berkali-kali kita mengucap kata perpisahan, salahkah jika kita mengharapkan kembali sebuah pertemuan?
Maaf untuk pertengkaran semalam
Aku memang belum terlalu siap untuk menjadi semestamu


postby: dwitasari

Minggu, 20 Mei 2012

Corat-Coret

haaaahhhhhh bete gue beteee :'(
gue bingung apa yang gue rasain sekarang . galau, bimbang, curiga, resah, gelisah, degdegan, campur aduk dehhh -_- pengen ngelanjutin postingan gue yang sebelum ini, iya yang itu, cerita pendek tentang kita . tapi mood gue sekarang berantakan . berantakan gara-gara lo :"( mau nulisnya juga udah sakit duluan hati gue .
apasih salah gue, apaaaa? gue bingung harus ngapain, apapun yg gue lakuin buat lo selalu salah .sampe sampe tiap kita berantem tuh gue selalu ambil keputusan untuk nyerah . tapi berat! dan sekarang gue gaktau kenapa, tiba-tiba lo ngehindar, ga ada kabar, hilang gitu aja . kenapa Tuhan ngebiarin gue untuk sayang dan cinta sama seorang yg pengecut . kenapa Tuhan?...... tiap ada masalah, lo bukannya berusaha nyelesein baik2 tapi lo malah ngindar, ngilang entah kemana . gue benciiiiiiiiiiiiiiiiiiiii! gue sakiiiiiiiiiittttt!
sekarang gue gabisa apa2 selain nangis nangis dan nangis, lemah banget kan gue, iya lemah .
gue gak habis pikir sama semua sandiwara yg lo buat, nusuk banget tauga ketika gue baru tau itu semua disaat gue udah cinta cintanya sms eloooo . yaa Tuhan......!

Jumat, 27 April 2012

Awalnya Cuma Iseng

Suasana malam hari dibulan Ramadhan, dihiasi bintang-bintang indah menerangi langit malam, angin berhembus menyejukkan para jamaah yang sedang melakukan sholat tarawih di masjid. Rossa seorang remaja berumur 16 tahun yang kala itu sedang melakukan sholat tarawih bersama teman-teman sebayanya Fitri, Siska, Rara. Tiba-tiba handphone Rossa berbunyi, rupanya sms masuk. Kebtulan sms masuk pada saat Khotib sedang berceramah seusai sholat isya brjamaah. Rossa dibuat penasaran dengan sms itu. Sebab sms yang masuk itu tidak dikenal dari siapa, "hy" isi pesan singkat itu. Biasanya Rossa sangat enggan untuk menanggapi sms tidak jelas seperti itu. Tetapi kali ini iapun begitu penasaran.
"ini siapa?" balas Rossa.
"Rossa ya?" nomor itu langsung membalasnya.
"iya ini gue Rossa. ini siapa sih?" Rossa agak kesal.
"ini Ujang :) "
"Ujang mana? gue gak kenal" balas Rossa tetap pnasaran.
"Ujang. di Tambun" jawabnya singkat.
"dapet nomor gue dari mana?" Rossa makin penasaran. Sebab dia tau nama Rossa tetapi Rossa tidak mengenalnya.
"dari temen gue. boleh kenal?"
"tmn lo? siapa?" tanya Rossa.
"Bobby. Rossa anak mana? Ujang mencoba untuk memulai perkenalan mereka.
 Oh iya sebelumnya, Bobby (17th) teman kenalan Rossa melalui situs jejaring sosial facebook. Meskipun mereka belum sempat bertemu, tetapi mereka cukup akrab di handphone maupun facebook.
 "Cibitung, lo sekolah dimana?" tanya Rossa yang masih penasaran.
"Yadika, cibitungnya mana Rossa? tanya Ujang lagi.
Karna Khotib sudah selesai berceramah dan sekarang waktunya sholat maka Rossa tidak membalas sms Ujang. Satu jam berlalu, Rossa pun selesai melakukan sholat tarawihnya. Ia segera merapikan mukenahnya dan tak lupa membalas sms Ujang yang tadi belum sempat dibalasnya.
"maaf baru selesai sholat. Cibitungnya kartika. tau?"
"dimana tuh, gak tau hehe"
Sambil terus melanjutkan smsnya dengan Ujang, Rossa mencoba memastikan dan langsung sms temannya yang tadi disebut-sebut namanya Bobby.
"Bob, lo ngasih tau nomer gue ke tmn lo? kok ga ijin gue dulu sih!" Rossa kesal.
"enggak! emang siapa? kemarin hp gue dipegang tmn gue jadi gue gak tau" jelas Bobby.
"katanya namanya Ujang!"
"hah Ujang? hahaha katro banget namanya. tmn gue gak ada yang namanya Ujang! jelas Bobby lagi.
"lah terus? dia bilang dapet nomer gue itu dari lo!"
"oh mungkin yg lo maksud tmn gue itu si Bimo. kemarin gue kalah taruhan sama dia, jadi hp gue dia pegang sehari. mungkin dia nyolong nomor2 cewek yg ada dikontak gue. bukan gue yg ngasih!"
"oh gitu, jadi sebenernya nama dia itu Bimo bukan Ujang?"
"bukan lah hahaha"

Mengetahui hal itu Rossa sempat tertawa, tetapi sekaligus kesal. Karna Bimo sudah membohongi dirinya. Rossa langsung menanyakan hal tersebut ke Bimo masih via sms.
"Eh lo bohongin gue ya?" Rossa sedikit marah.
"bohong apa?"
"nama lo Bimo kan bukan Ujang?"
"hehe iya maaf ya, cuma iseng. iya gue Bimo"
"dasar! haha yaudah gpp" jawab Rossa dengan santai.
"eh lo lagi ngapain? udah pulang tarawih?" Bimo memulai percakapan.
Mereka saling balas membalas dalam pesan singkat itu. Keesokan harinya tepat pukul 03.00 waktunya sahur Rossa mengirim sms bermaksud untuk membangunkan Bimo. Tetapi hp Bimo tidak aktif. Paginya pukul 06.00 sms masuk dari Bimo. Entah kenapa Rossa selalu merasa hatinya damai sekali setiap mereka saling bercakap walau hanya lewat handphone. Sampai pada akhirnya Bimo mengajak Rossa bertemu, setelah mereka saling komunikasi di dunia maya. Tetapi Rossa memang tidak suka yang namanya janjian bertemu disana-sini bla bla bla. Yang Rossa mau, lebih baik Bimo saja yang menemui dia di rumahnya.


BERSAMBUNG..... :)

Selasa, 06 Maret 2012

Anything For You :)

when everything has been different from what we think...
i do not want to hurt you...
we did not used to or may not be shared...
but i want you to believe, i do not want you to hurt...

only this time i do not want you to go...
close your eyes for a minute for this...
this time may be too long for me...
to ask you was always there for me...

was trying to hold my hand let me keep you is...
until you're sleep, i do wait for you...
because you are very mean for me...
i might love you too...

do not let your self is a long time to understand myself...
you're gone i try to make you a ware of...
i want you to be present when my dreamy...
give your smile looking at my face...

do not you leave...
i want to do away with your tears...
when you miss me too..
do not you forget...

because maybe this is the best time for you and me...
you're very mean for me...
i love you...

by: XXXXX

LOST IN LOVE

sometimes i feel so lost
in this relationship were in
this isn't what i dreamed

you used to hold me tight
through all the pain that came
we used to talk all night
why can't it be the same?

i don't know what to do
this love is all a lie
you used to hold me up
and now you make me cry

i love you more than life
your everything to me
this isn't what i dreamed
oh baby... please help it be