Black Moustache Wul's☺

Sabtu, 02 Juni 2012

2 Bulan Terakhir :'(



Ini tentang perasaan saya kepada seseorang. Dia (mungkin) mengira saya adalah "robot" yang tidak memiliki perasaan dan tidak dapat merasakan sakit, sehingga dia bisa mengabaikan saya sesering yang dia suka. Saya selalu memberi perhatian terbaik yang bisa saya berikan, sesering mungkin saya mengingatkan dia agar tidak telat makan, dan sesabar mungkin saya mendengar semua cerita dan permasalahannya. Sayangnya, usaha terbaik saya lebih sering mendapat pengabaian, kadang dia merespon tapi respon itu tidak dia berikan dengan sungguh-sungguh. Respon itu malah terlihat seperti penghiburaan untuk seorang "robot" yang telah kelelahan dan kebingungan.

2 bulan terakhir ini, saya tidak mengerti, apakah semua yang saya lakukan untuk dia adalah hal yang sia-sia atau tidak? Saya tidak mengerti, apakah benih baik yang saya tabur telah siap menuai kebaikan yang saya harapkan atau tidak menghasilkan sama sekali.

Apakah yang saya lakukan selama ini adalah rencana pembahagiaan atau sesuatu yang berpeluang membuat saya kesakitan? Dia berkata sayang dan kangen, tapi kenyataannya dia selalu menggantungkan perasaan saya hingga saya merasa lelah. Dia berkata sayang dan kangen, tapi kenyataannya dia tidak pernah membuktikan sayang dan kangen itu melalui tindakannya yang cenderung sangat amat cuek. Dia berkata maaf, tapi kenyataannya dia mengulang kesalahan yang sama, lagi dan lagi. Bahkan, saat saya menunjukan sikap lelah untuk berharap, dia belum tentu peduli dan memikirkan perasaan saya. Komunikasi yang tercipta satu arah, selalu inisiatif dari saya. Dia tak kunjung memberi kejelasan. Saya benci diabaikan.

Kalau benci diabaikan, lalu kenapa saya tetap bertahan saat saya perhatian tapi dia tidak? Kenapa saya bertahan saat saya merasa kangen tapi dia tidak? Kenapa saya bertahan dianggap “robot”? Kenapa saya bertahan diabaikan? Bahkan semua wanita normal pun tidak ingin mengalami hal seperti ini, tapi kenapa saya bertahan?

Saya memang tidak menuntut status, karena menurut saya perasaan yang kuat tidak dilambangkan dari status. Saya memang tidak pernah menuntut perhatian lebih, karena menurut saya, dia adalah orang yang memiliki segudang kesibukan yang (mungkin) tidak punya waktu untuk memikirkan orang lain. Saya tidak pernah menuntut dia untuk memanggil saya dengan sebutan "sayang", "beb", "dear", or many more, karena menurut saya, panggilan belum tentu melambangkan perasaan seseorang.

Kamu memang pernah membajak otak saya. Disetiap selnya berisi KAMU. Saya sering menulis tentang kamu, memikirkan kamu dan merindukan kamu. Tapi, saya pun juga harus memikirkan, apakah saya merasa bahagia saat menyayangi dan memberi perhatian kepada kamu dengan tulus? Saya percaya, cinta itu harusnya mengobati bukan melukai. Saya lelah, kebingungan. Kamu tidak kunjung memberikan tanda. Saya bukan "robot", saya tahu rasa sakit itu seperti apa, saya juga tahu rasanya diabaikan itu seperti apa.

2 bulan terakhir, kamu yang terbaik. 2 bulan terakhir, cuma kamu yang dapat menyakiti saya dan cuma kamu yang bisa jadi obatnya. 2 bulan, terakhir ...

With tears :’(

Kamis, 31 Mei 2012

Tak Pernah Bebas Mencintai Dia


Aku tak pernah bebas mencintai dia. Dia lebih suka kucintai secara diam-diam. Dia lebih suka kucintai tanpa harus ada banyak orang yang tahu. Itulah kita, dengan kemesraan yang kami sembunyikan, dengan sapaan sayang yang tak pernah terdengar dimuka umum. Seringkali, ada rasa sakit yang menyelinap secara nyata dalam “kerahasiaan” ini, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa, aku tak pernah mampu melawan dia yang tetap saja mengatakan sayang meskipun aku selalu dia sembunyikan.

Kami memang terlihat seakan-akan tak memiliki hubungan khusus, kami memang seringkali terlihat seakan-akan tak punya perasaan apa-apa. Padahal, saat kami hanya berdua, perasaan itu membuncah dengan liarnya, rasa cinta itu mengalir dengan derasnya. Tak ada orang lain yang tahu bahwa kami telah bersama, karena dia selalu berpendapat bahwa suatu hubungan memang tak butuh publikasi berlebihan. Tapi, menurutku, ini bukan hanya sekedar pubikasi yang dia ceritakan, nyatanya aku benar-benar disembunyikan, nyatanya saat dia bersama teman-temannya, aku seakan-akan tak pernah ada didekatnya, aku diperlakukannya seperti orang lain. Ada rasa sakit yang sebenarnya diam-diam menyiksaku, tapi aku masih sulit memutuskan tindakan yang harus kulakukan.

Memang, di depannya aku tak pernah mempermasalahkan pengabaiannya, tapi justru tindakan itulah yang membuatku tersiksa dibelakangnya. Aku memang bahagia saat bersamanya, tapi apa gunannya kalau dia hanya sanggup untuk menyembunyikanku? Aku memang merasa hangat jika dalam peluknya, tapi apa gunanya jika pelukan itu semu dan tak bisa terus menghangatkanku? Aku terpaksa menunggu dihubungi lebih dulu, jadi dia akan datang padaku ketika dia hanya membutuhkanku? Padahal aku merindukannya, padahal aku ingin menghubunginya lebih dulu.

Aku seringkali merasa bukan seseorang yang penting dalam hidupnya, karena memang dia jarang memperlakukanku layaknya orang penting dalam hidupnya, padahal aku selalu menganggap dirinya penting dalam hidupku, bahwa sebagian diriku ada bersamanya. Lupakan makan malam romantis, lupakan gandengan tangan yang manis, lupakan boneka yang tersenyum dengan bengis, dia memang tak seromantis pria-pria lainnya, dia memang selalu lupa untuk memperlakukanku layaknya wanita. Mungkin, aku sudah terbiasa disakiti olehnya. Mungkin, perasaanku buta akan cinta sesungguhnya, sehingga perlakuan yang menyakitkan pun tetap kuanggap sebagai perlakuan yang membahagiakanku.

Dia bahkan tak mempertegas status kita. Seringkali aku bertanya, inikah cinta yang kucari jika dia hanya bisa menyakiti? Inikah dunia yang kuharapkan jika aku merasa frustasi di dalamnya?  Inikah hubungan yang akan membahagiakanku jika dia tak pernah menganggapku ada dan nyata? Apakah ini saatnya untuk melanjutkan, atau berhenti di tengah jalan?

with love :)

Menangisi Dia


Mata yang bengkak
Bukti bahwa kau menangisi seseorang
yang penting dalam hidupmu

Wajah yang terlihat sembab
Bukti bahwa ada cinta
yang menyebabkan kamu terluka
lalu menangis
teriris

Cinta adalah pemujaan
maka bagaimana mungkin orang yang memujamu
akan menyakitimu?

Gunakan otakmu
Fungsikan hatimu
Pikirkan sekali lagi
Pantaskah kau menangisi dia?

Terbiasa Kau Sakiti


"Entah mengapa semua perlakuan kasarmu menjadi sesuatu yang masih terlihat lemah lembut dimataku"

Aku selalu kehilangan kamu, lalu kembali menemukanmu. Maksudku, apakah kamu tak bisa benar-benar tetap tinggal? Sehingga saat aku membutuhkanmu maka aku tak perlu lagi mencarimu, maka aku tak perlu lagi repot-repot menunggumu untuk meninggalkan kesibukanmu.

Aku selalu bersabar dengan sikap dan tindakanmu, ketika kamu bahkan tak pernah ada disaat seseorang bertanya siapa seseorang yang menjadi sandaran hatiku saat ini. Aku selalu menunggumu ketika kamu bahkan tak akan kembali hari itu. Sebegitu tak berhargakah aku dimatamu? Sebegitu tidak bernilaikah aku dihidupmu?

Aku tidak pernah berkata BOSAN dan MALAS dengan sikapmu. Aku tak pernah berkata LELAH dengan semua perlakuanmu. Tapi, mengapa kau selalu berkata BOSAN, MALAS, dan LELAH dengan sikapku? Apakah dari semua kesabaran dan keikhlasanku ada hal tersembunyi yang membuatmu resah dan risih? Yang membuatmu tak ingin ditunggu dan tak ingin diharapkan lagi. Aku hanya ingin meminta sedikit saja pengertianmu, sedikit saja perhatianmu agar kau tetap menganggapku ada, seperti aku yang selalu menganggapmu ada.

Aku tahu, mungkin kesibukanmu telah mengubah cara berpikirmu, yang juga ikut mengubah perasaanmu. Mungkin, kamu tidak lagi mengharapkanku seperti dulu. Mungkin, aku bukan siapa-siapa lagi dihatimu. Dan, kemungkinan yang tidak pernah ingin kuketahui bahwa kamu tak ingin lagi diingatkan agar tidak telat makan olehku, bahwa kamu tak ingin lagi diperhatikan kesehatannya serta pola makannya olehku, bahwa kamu tak ingin lagi membagi semua kesedihan dan kebahagiaanmu untukku satu-satunya.

Ternyata, kata BOSAN itu sangat berpengaruh dalam suatu hubungan, seiring berjalannya waktu, seiring dengan datangnya orang-orang baru di lingkunganmu sehingga sedikit demi sedikit mereka telah menggantikan tugas wajibku untuk memperhatikan dan mencoba mengerti keinginanmu. Kamu yang sekarang, kamu yang telah berubah, kamu yang tidak lagi aku kenal.

Tahukah kamu bahwa aku masih saja meminta Tuhan agar terus menjagamu? Tahukah kamu bahwa aku berkali-kali mengucap namamu dalam setiap doaku?  Meskipun berkali-kali Tuhan memperingatkan bahwa "kasih itu lemah lembut" tapi entah mengapa semua perlakuan kasarmu menjadi sesuatu yang masih terlihat lemah lembut dimataku. Entah karena hatiku yang mulai buta, atau karena aku yang terlalu terbiasa kau sakiti .



Tips Bagi Kamu Yang LDR'an






Distance doesn’t matter if you really love the person, what matters most is your honesty and trust for that relationship to work out.

Banyak orang beranggapan bahwa Long Distance Relationship a.k.a LDR a.ka pacaran jarak jauh adalah hal terburuk dalam logika penantian seseorang. Dimana suatu hubungan atas dasar cinta dan kasih terpisah oleh ruang, jarak, dan waktu. Dimana pertemuan nyata tak bisa selalu dilakukan secara intens dan konstan, tapi apakah alasan pertemuan yang jarang dan terpisah oleh batas jarak adalah alasan utama dalam kandasnya hubungan jarak jauh? Berikut ini tips dari saya bagi yang (terpaksa) “menganut paham” long distance relationship. Check this out!

1. Saling Percaya
Setiap hubungan, entah pacaran atau berteman, entah hubungan yang telah berjalan singkat atau pun lama tetap membutuhkan rasa saling percaya. Itulah yang memperkuat langgengnya suatu hubungan, karena melalui tindakan saling percaya itulah, pasanganmu akan lebih merasa dihargai sebagai seseorang yang memang pantas kamu dicintai. Sikap saling percaya secara tidak langsung juga menunjukkan seberapa dalam kamu mengenal pasanganmu, kamu memercayai dia karena kamu mengenal dia dengan begitu dalam. Cinta bukan tentang saling menuduh apalagi saling menerka, cinta itu saling percaya karena kau mencintai dia makanya kau mempercayainya.

2. Saling Menjaga Hubungan dengan Teman-Teman yang Ada Di Jejaring Sosial
Pacaran jarak jauh biasanya mengandalkan beberapa jejaring sosial sebagai peredam rindu walaupun hal tersebut tak menjamin perasaan rindu akan segara hilang, tapi setidaknya jejaring sosial “membantu” melampiaskan rasa rindu itu, walau hanya memandang fotonya, walau hanya membaca tulisan-tulisannya. Jadi, apakah hubungannya antara menjaga hubungan baik dengan teman di jejaring sosial dengan kekasih yang berada jauh disana? Simple! Hubungannya adalah soal kecemburuan yang bisa saja ada karena salah menerka dan salah sangka. Misalnya, kamu sedang wall to wall atau mention-an dengan seorang lawan jenis yang tidak dikenal oleh kekasihmu dan saat kekasihmu online facebook atau twitter dia mencak-mencak dan mulutnya terus saja merancau karena membaca wall to wall dan mention-an kalian, lebih parah lagi kalau ada kata-kata mesra dan emote kiss bertebaran dalam tulisanmu dengan teman lawan jenismu itu. So, tetap jaga caramu berkomunikasi dengan teman-teman dunia mayamu, ingat batasannya, bukan berarti tak sama sekali menggunakan jejaring sosial.

3. Saling Mengerti Kesibukan dan Kegiatan Masing-Masing
Yap! Ini juga adalah hal yang sangat penting, karena ketika kita mampu mengerti kesibukan dan kegiatan masing-masing, tidak ada lagi pertengkaran membabi buta dan cekcok yang sebenarnya tak perlu terjadi. Hal ini yang biasanya jadi kendala, karena pesan singkat tak segera dibalas, karena telephone yang tak diangkat, menyebabkan kecurigaan yang tak beralasan, padahal si dia sedang sibuk dengan tugas-tugasnya, padahal si dia sedang membahas hal yang penting dengan orangtuanya. See? Kalau saling mengerti kesibukan dan kegiatan masing-masing, tentu tak ada yang dapat mengganggu hubungan kalian. Jarak tetaplah jarak, “dia” tak mampu hancurkan perasaanmu.

4. Saling Berpikiran Positif dan Tidak Over Protective
Runtuhnya suatu hubungan jarak jauh bisa saja karena keteledoran dari pikiran orang-orang yang menjalaninya, dan salah satu penyebabnya adalah terlalu sering nefting (negatif thinking) pada seseorang yang dicintai. Pliss, jangan terlalu menurut pada apa yang otakmu katakan, karena kau juga harus melibatkan hatimu saat menilai suatu hal baik atau buruknya, begitu juga dengan pasanganmu. Kau tak boleh terus-terusan menuduh dia ini itu karena kau terlalu dikendalikan oleh pikiranmu yang negatif, dengan perlakuanmu yang seperti itu, dia akan merasa bahwa kau tak menghargai dia sebagai kekasih. Begitu juga jangan terlalu over protective, karena walaupun dia kekasihmu, dia juga harus punya ruang untuk bersosialisasi, jangan batasi lingkungan pergaulannya dengan cara berlebihan. Percayalah pada dia, kekasihmu. Jika dia benar-benar mencintaimu, dia tidak akan mempermainkan rasa kepercayaanmu.

5. Saling…
Dari semua tips di atas, selalu diawali dengan kata SALING, mengapa? Karena kata SALING berarti dilakukan berbarengan, tidak jalan sendiri-sendiri, dan tidak kuat sendiri-sendiri. Suatu hubungan akan bertahan jika dua orang saling berkorban, bukan hanya satu orang saja yang berkorban. Jika hanya satu orang saja yang berkorban, maka hubungan itu akan timpang, melangkah hanya dengan “satu kaki”. Satu orang berkorban untuk suatu hubungan, maka orang lain juga harus ikut berkorban, itulah yang disebut KEKUATAN.

Gimana tipsnya? SESUATU BANGET kan? :D Oh iya, satu lagi nih dari gue, jangan terlalu takut kalau someday kekasih lo disosor orang lain, kalau kekasih lo sayang sama lo, dia enggak akan serong kanan dan serong kiri, tapi kalau dia berani serong kanan serong kiri, yaaaaah itu pertanda dari Tuhan bahwa dia bukan yang terbaik buat lo, berarti lo MASIH SANGAT PUNYA BANYAK kesempatan untuk menemukan yang lebih baik :) Tetap cintai kekasihmu, meski kalian terpisah jarak dan waktu :’)



Dwitasari.......